INFO TANGERANG

Media Kaum Millenials Tangerang Raya

URL Berhasil Disalin
Banten Terkini

Menikmati Keindahan Curug Putri Carita, Little Grand Canyon dari Banten

Penulis
Menikmati Keindahan Curug Putri Carita, Little Grand Canyon dari Banten
Foto: Instagram.com/@gafar_malikv

Banten memang dikenal kaya akan potensi wisata alam, seperti: wisata pantai, pulau, curug, dan hutan mangrove. Kali ini wisatawan akan dibawa untuk mengunjungi wisata curug yang ada di Kabupaten Pandeglang, Banten. Curug ini terkenal dengan sebutan Little Grand Canyon, karena memang bentuknya mirip seperti replika tebing-tebing batu yang ada di Grand Canyon, Amerika.

Sebenarnya di Pandeglang terdapat dua Curug Puteri yang cukup terkenal. Pertama, Curug Puteri yang berada di Lereng Gunung Pulosari, Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari,Pandeglang. Kedua, Curug Puteri yang berada di Taman Hutan Rakyat (Tahura), Carita, Pandeglang. Curug yang memiliki sebutan Little Grand Canyon adalah Curug Puteri Carita.

Curug Putri Carita berada di Kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura), Desa Sukarame, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Beberapa tahun terakhir curug ini semakin populer terutama pada weekend dan hari-hari libur nasional selalu dipadati oleh wisatawan. Sebelum sampai ke curug ini, wisatawan harus melakukan tracking dari gerbang masuk tahura.

Foto: Instagram.com/@curugputricarita

Sekilas tentang Tahura

Taman hutan rakyat (Tahura) merupakan kawasan konservasi alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan satwa jenis asli ataupun bukan jenis asli. Kawasan Tahura dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan untuk menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.

Taman hutan rakyat ini memilki lahan yang sangat luas yaitu mencapai 1.895 hektar. Sejak Tahun 2013, kawasan tahura dibuka untuk destinasi wisata. Penetapan kawasan tahura sebagai destinasi wisata ditujukan untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Keunikan Curug Puteri Carita

  1. Tebing – tebing mirip di Grand Canyon

Tebing – tebing indah yang berada di Curug Puteri Carita, mulanya terbentuk dari lelehan lava yang membeku dan kemudian menjadi aliran sungai yang indah. Tebing – tebing tersebut memiliki ketinggian sekitar 5-7 meter dengan lapisan corak cokelat kehitaman yang berlapis – lapis. Lekukan tebing yang menyempit dan berkelok – kelok memberikan kesan keindahan yang berbeda dari lainnya.

Foto: Instagram.com/@yoga.us
  • Aliran air bewarna hijau jernih

Kondisi alam kawasan Tahura yang masih asri membuat air di Curug Puteri Carita menjadi bewarna hijau jernih. Warna air dan tebingnya yang indah menjadikannya sebagai daya tarik yang paling diminati para wisatawan untuk datang ke Curug Puteri Carita. Panjang aliran air tersebut kurang lebih 50 meter dengan tebing yang berkelok – kelok.

Wiatawan untuk sampai ke air terjun Curug Puteri, harus menyusuri aliran sungai yang indah ini. Aliran sungai terbagi ke dalam dua bagian, untuk bagian pertama memiliki panjang sekitar 5-7 meter dan bagian kedua memiliki panjang 10 hingga 15 meter. Air terjun Curug Puteri hanya memiliki ketinggian sekitar 3 meter, namun untuk kedalaman curugnya bisa melebihi tinggi orang dewasa.

Aliran sungai disepanjang tebing Little Grand Canyon, walaupun memiliki warna yang indah, namun aman untuk berenang. Untuk wisatawan yang tidak pandai berenang, tidak perlu merasa khawatir karena ada guide yang akan membantu untuk sampai di air terjun Curug Puteri. Terdapat juga pelampung yang menambah keamanan wisatawan.

Foto: Instagram.com/@ocha_nugraha
  • Tracking yang Mengasyikan

Bagi wisatawan yang senang menyusuri alam dan melakukan pendakian, maka wisata Curug Puteri Carita ini cocok sekali. Untuk sampai ke Curug Carita wisatawan perlu melakukan tracking sekitar 1 jam dari titik start awal. Sambil melakukan pendakian, wisatawan bisa menikmati indahnya Taman Hutan Rakyat (Tahura) Panndeglang, Banten.

Berikut ini rute yang dapat ditempuh untuk sampai di Curug Puteri :

  1. Lewat jalur Cilegon – Anyer – Carita – Kawasan Tahura (3 jam waktu tempuh)
  2. Lewat jalur Serang – Pandeglang – Carita – Kawasan Tahura (4 jam waktu tempuh)

Bagi yang membawa kendaraan roda empat maupun bus, maka perjalanan tracking akan di mulai dari pintu gerbang masuk Tahura. Sementara wisatawan yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua masih bisa melanjutkan perjalanan sampai dengan area parkir motor, jaraknya beberapa km dari gerbang masuk kawasan Tahura.

Dari tempat parkir motor, tracking masih harus dilanjutkan untuk sampai ke Curug Putri. Jarak yang ditempuh kurang lebih 5 km yang akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit – 1  jam perjalanan untuk sampai di Curug Gendang, kemudian melanjutkan perjalanan melewati jalur yang landai, kurang lebih memakan waktu 10 menit untuk sampai ke pos guide.

Foto: Instagram.com/@curugputricarita

Informasi Waktu Operasional dan Harga Tiket Masuk

Curug Puteri Carita buka setiap hari baik weekday maupun weekend. Jika wisatawan ingin memiliki ruang yang lebih bebas untuk menikmati keindahan curug ini maka lebih baik datang pada weekday. Pengunjung di hari weekend biasanya cukup ramai, sehingga tempat wisata tampak lebih penuh.

Jam operasional Curug Puteri Carita mulai pukul 07.00 – 17.00 WIB. Kalau wisatawan tidak ingin kedinginan maka siang hari adalah waktu yang cocok untuk berenang di curug ini. Walaupun dalam kondisi siang hari curug ini akan terasa sejuk karena lokasinya yang berada di wilayah pepohonan rimbun.

Adapun untuk tiket masuk, wisatawan tidak akan dikenakan tarif masuk. Namun, wisatawan perlu membayar guide untuk keselamatan wisatawan seharga Rp. 15.000 / orang. Kemudian untuk parkir kendaraan akan dikenakan Rp. 15.000 / unit. Biaya ini sangat terjangkau jika dibandingkan dengan keindahan curug yang akan wisatawan dapatkan.

Foto: Instagram.com/@curugputricarita

Foto: Instagram.com/@curugputricarita

Tips berkunjung ke Curug Puteri :

Agar kegiatan berwisata ke Curug Puteri Carita menjadi aman dan menyengangkan, maka ada beberapa tips yang dapat dibagikan kepada para wisatawan :

  1. Gunakan sendal gunung agar tidak licin selama tracking
  2. Bawa makanan dan minuman untuk perbekalan selama tracking
  3. Siapkan fisik dan stamina yang kuat
  4. Membawa dry bag agar kamera tidak basah atau rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten